PENGANTAR
Kimia sering
disebut sebagai "ilmu pusat" karena menghubungkan berbagai ilmu lain,
seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika, dan geologi [3].
Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan konsep-konsep
dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik melibatkan penerapan prinsip-prinsip
fisika terhadap materi pada tingkat atom
dan molekul.
Kimia
berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara
materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama
termodinamika. Kimia tradisional melibatkan interaksi antara zat kimia dalam reaksi kimia, yang mengubah satu atau lebih zat
menjadi satu atau lebih zat lain. Kadang reaksi ini digerakkan oleh
pertimbangan entalpi, seperti ketika dua zat berentalpi tinggi
seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk air, zat dengan
entalpi lebih rendah. Reaksi kimia dapat difasilitasi dengan suatu katalis, yang umumnya merupakan zat kimia lain
yang terlibat dalam media reaksi tapi tidak dikonsumsi (contohnya adalah asam sulfat yang mengkatalisasi elektrolisis air) atau fenomena immaterial
(seperti radiasi elektromagnet
dalam reaksi fotokimia). Kimia tradisional juga menangani analisis zat kimia, baik di dalam maupun di luar
suatu reaksi, seperti dalam spektroskopi.
Semua materi
normal terdiri dari atom atau komponen-komponen subatom yang membentuk atom; proton, elektron, dan neutron. Atom dapat dikombinasikan untuk
menghasilkan bentuk materi yang lebih kompleks seperti ion,
molekul, atau kristal. Struktur dunia yang kita jalani
sehari-hari dan sifat materi yang berinteraksi dengan kita ditentukan oleh
sifat zat-zat kimia dan interaksi antar mereka. Baja
lebih keras dari besi karena atom-atomnya terikat dalam struktur kristal yang lebih kaku. Kayu
terbakar atau mengalami oksidasi cepat karena ia
dapat bereaksi secara spontan dengan oksigen pada suatu reaksi kimia jika berada di
atas suatu suhu tertentu.
Zat
cenderung diklasifikasikan berdasarkan energi, fase, atau komposisi kimianya.
Materi dapat digolongkan dalam 4 fase, urutan dari yang memiliki energi paling
rendah adalah padat, cair,
gas,
dan plasma. Dari keempat jenis fase ini, fase plasma
hanya dapat ditemui di luar angkasa yang
berupa bintang, karena kebutuhan energinya yang teramat
besar. Zat padat memiliki struktur tetap pada suhu kamar yang dapat melawan gravitasi atau gaya lemah lain yang mencoba
mengubahnya. Zat cair memiliki ikatan yang terbatas, tanpa struktur, dan akan
mengalir bersama gravitasi. Gas tidak memiliki ikatan dan
bertindak sebagai partikel bebas. Sementara itu, plasma hanya terdiri dari
ion-ion yang bergerak bebas; pasokan energi yang berlebih mencegah ion-ion ini
bersatu menjadi partikel unsur. Satu cara untuk membedakan ketiga fase pertama
adalah dengan volume dan bentuknya: kasarnya, zat padat memeliki volume dan
bentuk yang tetap, zat cair memiliki volume tetap tapi tanpa bentuk yang tetap,
sedangkan gas tidak memiliki baik volume ataupun bentuk yang tetap.
Air
(H2O) berbentuk cairan dalam suhu kamar karena
molekul-molekulnya terikat oleh gaya antarmolekul yang disebut ikatan Hidrogen. Di sisi lain, hidrogen sulfida (H2S) berbentuk gas
pada suhu kamar dan tekanan standar, karena molekul-molekulnya terikat dengan
interaksi dwikutub (dipole) yang lebih lemah. Ikatan hidrogen pada air
memiliki cukup energi untuk mempertahankan molekul air untuk tidak terpisah
satu sama lain, tapi tidak untuk mengalir, yang menjadikannya berwujud cairan
dalam suhu antara 0 °C sampai 100 °C pada
permukaan laut. Menurunkan suhu atau energi lebih lanjut mengizinkan organisasi
bentuk yang lebih erat, menghasilkan suatu zat padat, dan melepaskan energi.
Peningkatan energi akan mencairkan es walaupun suhu tidak akan berubah sampai
semua es cair. Peningkatan suhu air pada gilirannya akan menyebabkannya
mendidih (lihat panas penguapan)
sewaktu terdapat cukup energi untuk mengatasi gaya tarik antarmolekul dan
selanjutnya memungkinkan molekul untuk bergerak menjauhi satu sama lain.
Ilmuwan yang mempelajari kimia sering disebut kimiawan. Sebagian besar kimiawan melakukan
spesialisasi dalam satu atau lebih subdisiplin. Kimia yang diajarkan pada
sekolah menengah sering disebut "kimia umum" dan ditujukan sebagai
pengantar terhadap banyak konsep-konsep dasar dan untuk memberikan pelajar alat
untuk melanjutkan ke subjek lanjutannya. Banyak konsep yang dipresentasikan
pada tingkat ini sering dianggap tak lengkap dan tidak akurat secara teknis.
Walaupun demikian, hal tersebut merupakan alat yang luar biasa. Kimiawan secara
reguler menggunakan alat dan penjelasan yang sederhana dan elegan ini dalam
karya mereka, karena terbukti mampu secara akurat membuat model reaktivitas
kimia yang sangat bervariasi.
Ilmu kimia
secara sejarah merupakan pengembangan baru, tapi ilmu ini berakar pada alkimia yang telah dipraktikkan selama
berabad-abad di seluruh dunia.
Kimia
umumnya dibagi menjadi beberapa bidang utama. Terdapat pula beberapa cabang
antar-bidang dan cabang-cabang yang lebih khusus dalam kimia.
Kimia analitik adalah studi yang melibatkan
bagaimana kita menganalisis komponen kimia dalam sampel. Berapa banyak
sebenarnya kafein dalam secangkir kopi? Adakah obat-obatan yang ditemukan dalam
sampel urin atlet? Bagaimana tingkat pH kolam renang saya? Contoh bidang yang
menggunakan kimia analitik meliputi ilmu forensik, ilmu lingkungan, dan
pengujian obat. Kimia analitik dibagi menjadi dua sub cabang: analisis
kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif menggunakan metode / pemastian
untuk membantu menentukan komponen zat (menjawab pertanyaan: apa?). Analisis
kuantitatif di sisi lain, membantu untuk mengidentifikasi berapa banyak setiap
komponen hadir dalam suatu zat (menjawab pertanyaan: berapa?).
Biokimia mempelajari senyawa kimia, reaksi
kimia, dan interaksi kimia yang terjadi dalam organisme hidup. Biokimia dan
kimia organik berhubungan sangat erat, seperti dalam kimia medisinal atau
neurokimia. Biokimia juga berhubungan dengan biologi molekular, fisiologi, dan
genetika. Di bawah payung utama biokimia banyak sub-cabang baru telah muncul
dan banyak ahli kimia modern yang mungkin mengkhususkan diri di dalamnya.
Beberapa disiplin ilmu ini meliputi:
v Enzimologi (studi tentang enzim)
v Endokrinologi (studi tentang hormon)
v Biokimia klinik (studi tentang
penyakit)
v Biokimia molekuler (studi biomolekul
dan fungsinya)
Kimia anorganik mengkaji sifat-sifat dan
reaksi senyawa anorganik. Perbedaan antara bidang organik dan anorganik
tidaklah mutlak dan banyak terdapat tumpang tindih, khususnya dalam bidang
kimia organologam. Kimiawan di bidang ini fokus pada unsur-unsur dan senyawa
lain selain karbon atau hidrokarbon. Sederhananya, kimia anorganik meliputi
semua bahan yang tidak organik dan disebut sebagai zat tak-hidup - senyawa yang
tidak mengandung ikatan karbon-hidrogen (CH). Senyawa yang dipelajari oleh ahli
kimia anorganik meliputi struktur kristal, mineral, logam, katalis, dan
sebagian besar unsur pada tabel periodik. Contohnya adalah kekuatan balok daya
yang digunakan untuk membawa berat tertentu atau menyelidiki bagaimana emas
terbentuk di bumi. Cabang kimia anorganik meliputi:
Kimia bioanorganik (studi peran logam
dalam biologi)
Kimia koordinasi (studi senyawa
koordinasi dan interaksi ligan)
Geokimia (studi komposisi kimia bumi,
batuan, mineral & atmosfer)
Teknologi anorganik (sintesis senyawa
anorganik baru)
Kimia nuklir (studi bahan radioaktif)
Kimia organologam (studi bahan kimia
yang mengandung ikatan antara logam dan karbon – tumpangsuh dengan kimia
organik)
Kimia padatan / kimia material (studi
pembentukan, struktur, dan karakteristik material fasa padat)
Kimia anorganik sintesis (studi
sintesis bahan kimia)
Kimia anorganik industrial (studi material
yang digunakan dalam industri. Contoh: pupuk)
Kimia organik adalah ilmu yang mempelajari
senyawa karbon seperti bahan bakar, plastik, aditif makanan, dan obat-obatan.
Berlawanan kimia anorganik yang berfokus pada masalah tak-hidup dan zat berbasis
non-karbon, kimia organik berurusan dengan studi karbon dan bahan kimia dalam
organisme hidup. Contohnya adalah proses fotosintesis di daun karena ada
perubahan dalam komposisi kimia dari tanaman hidup. Cabang-cabang dari kimia
organik melibatkan banyak disiplin ilmu yang berbeda termasuk studi keton,
aldehid, hidrokarbon (alkena, alkana, alkuna) dan alkohol.
Stereokimia (studi struktur molekul
3-dimensi)
Kimia medisinal (berurusan dengan
perancangan, pengembangan dan sintesis obat-obatan farmasi)
Kimia organologam (studi bahan kimia
yang mengandung ikatan antra karbon dan logam)
Kimia organik fisik (studi struktur dan
reaktivitas dalam molekul organik)
Kimia polimer (studi komposisi dan
pembentukan molekul polimer)
Kimia fisik adalah studi tentang sifat
fisik molekul, dan hubungannya dengan cara menyatukan molekul dan atom. Kimia
fisik berurusan dengan prinsip-prinsip dan metodologi baik kimia dan fisika
serta merupakan studi tentang bagaimana struktur kimia berpengaruh terhadap
sifat fisik suatu zat. Contohnya adalah pembuatan brownies, karena ada
pencampuran bahan serta menggunakan panas dan energi untuk mendapatkan produk
akhir. Sub-cabang kimia fisik meliputi:
Elektrokimia (studi interaksi atom, molekul,
ion dan arus listrik)
Fotokimia (studi efek kimia cahaya;
reaksi fotokimia)
Kimia permukaan (studi reaksi kimia
pada permukaan)
Kinetika kimia (studi laju reaksi
kimia)
Termodinamika/termokimia (studi
hubungan panas dengan perubahan kimia)
Mekanika kuantum/kimia kuantum (studi
mekanika kuantum dan hubungannya dengan fenomena kimia)
Spektroskopi (studi spektrum cahaya
atau radiasi)
Cabang -
cabang Ilmu Kimia yang merupakan tumpang-tindih satu atau lebih lima cabang
utama:
Kimia Material menyangkut bagaimana
menyiapkan, mengkarakterisasi, dan memahami cara kerja suatu bahan dengan
kegunaan praktis.
Kimia teori adalah studi kimia melalui penjabaran
teori dasar (biasanya dalam matematika atau fisika). Secara spesifik, penerapan
mekanika kuantum dalam kimia disebut kimia kuantum. Sejak akhir Perang Dunia
II, perkembangan komputer telah memfasilitasi pengembangan sistematik kimia
komputasi, yang merupakan seni pengembangan dan penerapan program komputer
untuk menyelesaikan permasalahan kimia. Kimia teori memiliki banyak tumpang
tindih (secara teori dan eksperimen) dengan fisika benda kondensi dan fisika
molekular.
Kimia nuklir mengkaji bagaimana partikel
subatom bergabung dan membentuk inti. Transmutasi modern adalah bagian terbesar
dari kimia nuklir dan tabel nuklida merupakan hasil sekaligus perangkat untuk
bidang ini.
Kimia Organik Bahan Alam mempelajari
senyawa organik yang disintesis secara alami oleh alam, khususnya makhluk
hidup.
Bidang lain
antara lain adalah astrokimia, biologi molekular, elektrokimia, farmakologi,
fitokimia, fotokimia, genetika molekular, geokimia, ilmu bahan, kimia aliran,
kimia atmosfer, kimia benda padat, kimia hijau, kimia inti, kimia medisinal,
kimia komputasi, kimia lingkungan, kimia organologam, kimia permukaan, kimia
polimer, kimia supramolekular, nanoteknologi, petrokimia, sejarah kimia,
sonokimia, teknik kimia, serta termokimia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar