Senin, 28 November 2016

TEKNIK-TEKNIK PEMBELAJARAN



TENIK-TEKNIK PEMBELAJARAN

 PEMBELAJARAN INKUIRI

1.      Metode inkuiriadalah metode pembelajaran dimana siswa dituntut untuk lebih aktif dalam proses penemuan, penempatan siswa lebih banyak belajar sendiri serta mengembangkan keaktifan dalam memecahkan masalah.
2.      Langkah – langkah pembelajaran inkuiri :
a)    Menyajikan pertanyaan atau masalah: Guru membimbing siswa mengidentifikasi masalah dan masalah dituliskan di papan. Guru membagi siswa dalam kelompok.
b)   Membuat hipotesis: Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk curah pendapat dalam membentuk hipotesis. Guru membimbing siswa dalam menentukan hipotesis yang relevan  dengan permasalahan  dan memproiritaskan hipotesis mana yang menjadi prioritas penyelidikan.
c)    Merancang percobaan Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan langkah-langkah yang sesuai dengan hipotesis yang akan dilakukan. Guru membimbing siswa mengurutkan langkah-langkah percobaan.
d)   Mengumpulkan dan menganilisis data: Guru memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk menyampaikan hasil pengolahan data yang terkumpul.
e)    Membuat kesimpulan: Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan.
  PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME

1.    metode kontruktivisme adalah bahwa belajar itu menemukan. Meskipun guru menyampaikan sesuatu kepada siswa mereka melakukan proses mental atau kerja otak atas informasi itu masuk ke dalam pemahaman mereka. Konsrtruktivisme dimulai dari masalah (sering muncul dari siswa sendiri) dan selanjutnya membantu siswa menyelesaikan dan menemukan langkah-langkah pemecahan masalah            tersebut.
Metode konstruktivisme  ditekankan pada siswa seharusnya diberi tugas-tugas kompleks, sulit, dan realistis. Kemudian mereka diberi bantuan secukupnya untuk menyelesaikan tugas. Tugas kompleks itu misalnya proyek, simulasi, menulis untuk dipresentasikan.

2.    Langkah – langkah pembelajaran konstruktivisme :
a.    Tahapan pertama adalah apersepsi, pada tahap ini dilakukan kegiatan menghubungkan konsepsi awal, mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan dari materi sebelumnya yang merupakan konsep prasyarat. Misalnya : mengapa baling-baling dapat berputar?
b.     Tahap kedua adalah eksplorasi, pada tahap ini siswa mengungkapkan dugaan sementara terhadap konsep yang mau dipalajari. Kemudian siswa menggali menyelidiki dan menemukan sendiri konsep sebagai jawaban dari dugaan sementara yang dikemukakan pada tahap sebelumnya, melalui manipulasi benda langsung.
c.    Tahap ketiga, diskusi dan penjelasan konsep, pada tahap ini siswa mengkomunikasikan hasil penyelidikan dan tamuannya, pada tahap ini pula guru menjadi fasilitator dalam menampung dan membantu siswa membuat kesepakatan kelas, yaitu setuju atau tidak dengan pendapat kelompok lain serta memotifasi siswa mengungkapkan alasan dari kesepakatan tersebut melalui kegiatan tanya jawab.
d.    Tahap keempat, pengembangan dan aplikasi, pada tahap ini guru memberikan penekanan terhadap konsep-konsep esensial, kamudian siswa membuat kesimpulan melalui bimbingan guru dan menerapkan pemahaman konseptual yang telah diperoleh melalui pembelajaran saat itu melalui pengerjaan tugas.

PEMBELAJARAN SETS

1.    Pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan saling temas yang merupakan sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Asyari (dalam Tristanti, 2011:12) mengartikan pendekatan SETS sebagai suatu pendekatan dalam pembelajaran sains yang mengaitkan dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat sekitar. Pendekatan SETS ditujukan untuk membantu peserta didik mengetahui sains, perkembangan dan aplikasi konsep sains dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini membahas tentang hal-hal yang bersifat nyata, yang dapat dipahami, dapat dibahas, dan dapat dilihat.
2.    Langkah – langkah pembelajaran SETS :
a. Tahap invitasi 
Pada tahap ini guru memberikan isu/ masalah aktual yang sedang berkembang di masyarakat sekitar yang dapat dipahami peserta didik dan dapat merangsang siswa untuk mengatasinya. Guru juga bisa menggali pendapat dari siswa, yang ada kaitannya dengan materi yang akan dibahas.
b. Tahap eksplorasi
Pada tahap ini, guru dan siswa mengidentifikasi daerah kritis penyelidikan. Data-data dan informasi dapat dikumpulkan melalui pertanyaan-pertanyaan atau wawancara, kemudian menganalisis informasi tersebut. Data dan informasi dapat pula diperoleh melalui telekomunikasi, perpustakaan dan sumber-sumber dokumen publik lainnya. Dari sumber-sumber informasi, siswa dapat mengembangkan penyelidikan berbasis ilmu pengetahuan untuk menyelidiki isu-isu yang berkaitan dengan masalah ini. Pemahaman tentang hujan asam, misalnya, dilakukan dalam laboratorium untuk menyelidiki sifat -sifat asam dan basa. Penyelidikan ini memberikan pemahaman dasar untuk pengembangan, pengujian hipotesis, dan mengusulkan tindakan (Dass, 1999 dalam Raja, 2009).
Menurut Aisyah (2007), tahap kedua ini merupakan proses pembentukan konsep yang dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan dan metode. Misalnya pendekatan keterampilan proses, pendekatan sejarah, pendekatan kecakapan hidup, metode demonstrasi, eksperimen di labolatorium, diskusi kelompok, bermain peran dan lain-lain. Pada akhir tahap kedua, diharapkan melalui konstruksi dan rekonstruksi siswa menemukan konsep-konsep yang benar atau konsep-konsep para ilmuan. Selanjutnya berbekal pemahaman konsep yang benar siswa melanjutkan analisis isu atau masalah yang disebut aplikasi konsep dalam kehidupan.
c. Tahap solusi
   Pada tahap ini, siswa mengatur dan mensintesis informasi yang mereka telah kembangkan sebelumnya dalam penyelidikan. Proses ini termasuk komunikasi lebih lanjut dengan para ahli di lapangan, pengembangan lebih lanjut, memperbaiki, dan menguji hipotesis mereka, dan kemudian mengembangkan penjelasan tentatif dan proposal untuk solusi dan tindakan. Hasil tersebut kemudian dilaporkan dan disajikan kepada rekan -rekan kelas untuk menggambarkan temuan, posisi yang diambil, dan tindakan yang diusulkan (Dass, 1999 dalam Raja, 2009). 
    Menurut Aisyah (2007), apabila selama proses pembentukan konsep dalam tahap ini tidak tampak ada miskonsepsi yang terjadi pada siswa, demikian pula setelah akhir analisis isu dan penyelesaian masalah, guru tetap harus melakukan pemantapan konsep melalui penekanan pada konsep-konsep kunci yang penting diketahui dalam bahan kajian tertentu. Hal ini dilakukan karena konsep–konsep kunci yang ditekankan pada akhir pembelajaran akan memiliki retensi lebih lama dibandingkan dengan kalau tidak dimantapkan atau ditekankan oleh guru pada akhir pembelajaran.

d. Tahap aplikasi
Siswa diberi kesempatan untuk menggunakan konsep yang telah diperoleh. Dalam hal ini siswa mengadakan aksi nyata dalam mengatasi masalah yang muncul dalam tahap invitasi.
e. Tahap pemantapan konsep
Guru memberikan umpan balik/ penguatan terhadap konsep yang diperoleh siswa.

PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH
1.    Metode pemecahan masalah adalah suatu cara menyajikan pelajaran dengan mendorong peserta didik untuk mencari dan memecahkan suatu masalah/persoalan dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Metode ini diciptakan seorang ahli didik berkebangsaan Amerika yang bernama Jhon Dewey. Metode ini dinamakan ProblemMethod. Sedangkan Crow&Crow dalam bukunya Human Developmentand Learning, mengemukakan nama metode ini dengan Problem SolvingMethod.
2.    Langkah – langkah pembelajaran pemecahan masalah :
a. Bahan-bahan yang akan dibahas terlebih dahulu disiapkan oleh guru.
b. Guru menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan sebagai bahan pembantu dalam memecahkan persoalan.
c. Guru memberikan gambaran secara umum tentang cara-cara pelaksanaannya.
d. Problem yang disajikan hendaknya jelas dapat merangsang peserta didik untuk berpikir.
e. Problem harus bersifat praktis dan sesuai dengan kemampuan peserta didik
f.  Guru menjelaskan secara umum tentang masalah yang dipecahkan.
g. Guru meminta kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan tentang tugas yang akan dilaksanakan.
h.  Peserta didik dapat bekerja secara individual atau berkelompok.
i.  Mungkin peserta didik dapat menemukan pemecahannya dan mungkin pula tidak.
j. Kalau pemecahannya tidak ditemukan oleh peserta didik kemudian didiskusikan mengapa pemecahannya tak ditemui.
k. Pemecahan masalah dapat dilaksanakan dengan pikiran.
l. Data diusahakan mengumpulkan sebanyak-banyaknya untuk analisa sehingga dijadikan fakta.
m. Membuat kesimpulan.



PEMBELAJARAN DISKUSI

1.    Diskusi adalah aktivitas dari sekelompok siswa, berbicara saling bertukar informasi maupun pendapat tentang sebuah topik atau masalah, dimana setiap anak ingin mencari jawaban / penyelesaian problem dari segala segi dan kemungkinan yang ada.
Langkah – langkah pembelajaran diskusi :
a.Memilih dan menetapkan topik atau tema sekurang-kurangnya: mengidentifikasi masalah yang merupakan alternative untuk dipilih dan didiskusikan.
b. Mengidentifikasi dan menetapkan satu atau beberapa sumber bahan bacaan atau informasi yang hendak dipelajari oleh siswa, sehingga kalau memasuki arena diskusi  diharapkan telah membawa bahan pemikiran.
c.Menetapkan atau menyediakan alternatif komposisi dan struktur komonikasi  kelompok diskusi.
d. Menetapkan atau menyediakan alternatif pemimpin diskusi pada guru atau siswa.
PEMBELAJARAN TANYA JAWAB
1.      Metodetanyajawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa,  tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.
2.      Langkah – langkah pembelajaran tanya jawab :
a. Merumuskan tujuan tanyajawab sejelas-jelasnya dalam bentuk  tujuan khusus dan berpusat pada tingkah laku siswa.
b.  Mencari alasan pemilihan metodetanyajawab.
c.  Menetapkan kemungkinan pertanyaan yang akan dikemukakan.
d.  Menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang dari pokok persoalan.
e.  Menyediakan kesempatan bertanya bagi siswa.

 PEMBELAJARAN PENUGASAN
1.    Metode Penugasan atau metode pemberian tugas adalah cara dalam proses belajar mengajar dengan   jalan   memberi   tugas   kepada   siswa. Tugas-tugas   itu dapat  berupa mengikhtisarkan karangan, (dari   surat   kabar,  majalah   atau  buku   bacaan) membuat kliping, mengumpulkan gambar, perangko, dan dapat pula menyusun karangan.
2.    Langkah – langkah pembelajaran penugasan :
a)    Rumuskan permasalahannya dengan jelas.
b)   Lakukan pembagian tugas serta deskripsikan masing-masing tugas itu.
c)    Buat jadwal kegiatan sesuai dengan waktu yang disediakan.
d)   Rumuskan apa yang diharapkan untuk dicapai dari setiap kegiatan.
e)    Buat kesimpulan menyeluruh.
f)    Usahakan agar hasil dari tugas itu dapat meningkatkan keterampilan dan diketahui banyak orang.
 PEMBELAJARAN DEMONSTRASI
1.      Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan
2.      Langkah – langkah pembelajaran  demonstrasi :
a. Perencanaan
Hal yang dilakukan adalah:
·       Merumuskan tujuan yang jelas baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat ditempuh setelah metode demonstrasi berakhir.
·       Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilaksanakan.
·       Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan.
·       Selama demonstrasi berlangsung, seorang guru hendaknya introspeksi diri apakah:
·     Keterangan-keterangannya dapat didengar dengan jelas oleh peserta didik.
·  Semua media yang digunakan ditempatkan pada posisi yang baik sehingga setiap  peserta didik dapat melihat.
·     Peserta didik disarankan membuat catatan yang dianggap perlu.
·      Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan peserta didik.

b. Pelaksanaan
Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:
·       Memeriksa hal-hal di atas untuk kesekian kalinya.
·       Memulai demonstrasi dengan menarik perhatian peserta didik.
·       Mengingat pokok-pokok materi yang akan didemonstrasikan agar demonstrasi mencapai sasaran.
·       Memperhatikan keadaan peserta didik, apakah semuanya mengikuti demonstrasi dengan baik.
·       Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif memikirkan lebih lanjut tentang apa yang dilihat dan didengarnya dalam bentuk mengajukan pertanyaan.
·       Menghindari ketegangan, oleh karena itu guru hendaknya selalu menciptakan suasana yang harmonis.
c. Evaluasi
Sebagai tindak lanjut setelah diadakannya demonstrasi sering diiringi dengan kegiatan-kegiatan belajar selanjutnya. Kegiatan ini dapat berupa pemberian tugas, seperti membuat laporan, menjawab pertanyaan, mengadakan latihan lebih lanjut. Selain itu, guru dan peserta didik mengadakan evaluasi terhadap demonstrasi yang dilakukan, apakah sudah berjalan efektif sesuai dengan yang diharapkan.

 PEMBELAJARAN KARYA ILMIAH

1.    Metode ilmiah adalah langkah langkah yang ditempuh oleh peneliti dalam menjawab pertanyaan pertanyaan atas masalah masalah dan keingintahuan nya terhadap fenomena fenomena yang terjadi sehingga dihasilkan jawaban yang akurat dan obyektif sehingga mampu diterima secara universal dan dianggap valid.
2.    Langkah – langkah pembelajaran karya ilmiah :
a)      Melakukan identifikasi masalah
b)      Mengumpulkan data dalam cakupan masalah
c)      Memilah data untuk mencari korelasi, hubungan yang bermakna dan keteraturan
d)     Merumuskan hipotesis (suatu generalisasi) yang merupakan tebakan ilmiah yang menjelaskan data data yang ada dan menyarankan langkah langkah berikutnya yang harus dilakukan untuk penelitian yang lebih lanjut
e)      Menguji hipotesis secara setepat mungkin dengan cara mengumpulkan data data baru
f)       Melakukan konfirmasi, modifikasi ataupun menolak hipotesis apabila memperoleh temuan temuan baru.




Senin, 21 November 2016

RPP TERMOKIMIA K-13

                  



Satuan Pendidikan   :    SMA/ MA
Mata Pelajaran         :    Kimia
Kelas/Semester          :    XI  / 1
Pokok Bahasan         :    Termokimia
Sub Pokok Bahasan :    Penentuan ∆H reaksi
Waktu                        :    2 X 45 menit (2 JP)

I.    Kompetensi Inti :

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektifdenganlingkungansosialdanalamsertadalammenempatkandirisebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humanioradenganwawasankemanusiaan,kebangsaan,kenegaraan,danperadaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidangkajianyang spesifiksesuai denganbakat danminatnya untukmemecahkan
masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

II.                Kompetensi Dasar

1.1  Menyadariadanyaketeraturandarisifathidrokarbon, termokimia, lajureaksi, kesetimbangankimia, larutandankoloidsebagaiwujudkebesaranTuhan YME danpengetahuantentangadanyaketeraturantersebutsebagaihasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannyabersifattentatif.
1.2   Mensyukuri kekayaan alam Indonesia berupa  minyak bumi, batubara dan gas alam serta berbagai bahan tambang lainnya sebagai anugrah Tuhan YME dan dapat dipergunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia.
2.1           
Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin,  jujur, objektif, terbuka,  mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.1  Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin,  jujur, objektif, terbuka,  mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.2  Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cintadamai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
2.3  Menunjukkan perilaku responsifdan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
3.5 Menentukan DH reaksi berdasarkan hukum Hess, data perubahan entalpi pembentukan standar, dan data energi ikatan.

III.             Indikator
1.      Menghitung harga ∆H reaksi dengan menggunakan data energi ikatan

2.      Mendiskusikan cara menghitung harga ∆H reaksi dengan menggunakan data energi ikatan

IV.             Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat Menghitung harga ∆H reaksi dengan menggunakan data energi ikatan yang sudah diketahui.

V.                Materi Pelajaran

Penentuan Entalpi Reaksi Berdasarkan Data Energi Ikatan
       Reaksi kimia pada dasarnya terdiri dari dua proses, yang pertama adalah pemutusan ikatan antara atom dari senyawa yang bereaksi dan yang kedua adalah proses penggabungan ikatan kembali dari atom-atom yang terlibat reaksi sehingga membentuk susunan baru.
       Proses pemutusan ikatan merupakan proses yang memerlukan energi (kalor), sedangkan proses penggabungan ikatan adalah proses yang membebaskan energi (kalor).
a.    Energi Disosiasi Ikatan (D)
       Energi disosiasi ikatan adalah energi yang diperlukan  untuk memutuskan 1 mol ikatan dari suatu molekul dalam wujud gas. Biasa dilambangkan dengan huruf D.
       Untuk memutuskan sebuah ikatan C−H dari molekul CH4 menjadi gugus CH3 dan gas atom H diperlukan energi sebesar 425 kJ mol-1, tetapi pada pemutusan ikatan C−H pada gugus CH3 menjadi gugus CH2 dan sebuah gas atom H diperlukan energi yang lebih besar, yaitu 480 kJ mol-1. Jadi, meskipun jenis ikatannya sama apabila pemutusan dari jenis gugus yang berbeda maka diperlukan energi yang berbeda pula.

b.    Energi Ikatan Rata-rata
       Energi ikatan rata-rata adalah energi rata-rata yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan atom-atom pada suatu senyawa.
Reaksi kimia antarmolekul dapat dianggap berlangsung dalam dua tahap, yaitu :
1.      Pemutusan ikatan pada pereaksi,
2.      Pembentukan ikatan pada produk.
∆H = ∑ E pemutusan (reaktan) - ∑ E penggabungan (produk)
Contoh :                                      
Apabila energi ikatan C – H, C = C, Cl – Cl, C – C, dan C – Cl masing-masing adalah 99 kkal, 146 kkal, 58 kkal, 83 kkal, dan 79 kkal. Tentukan besarnya ∆H dari reaksi berikut.
C2H4 + Cl2 → C2H4Cl2
Jawab : H    H                                                   Cl      Cl
              C = C    +     Cl      Cl                  H      C       C       H
              H    H                                                   H       H
    Ikatan yang terputus (∑ pemutusan ikatan)                 ikatan yang terbentuk (∑ penggabungan produk)

∆H = ∑ E pemutusan reaktan - ∑ E penggabungan produk
       = (4 EC – H + 1 EC=C + 1 ECl – Cl) – (4 EC-H + 1 EC- C + 2 EC – Cl)
       = { 146 + 58) – 83 + (2. 79)} kkal
       = - 37 kkal
Untuk memudahkan menghitung energi ikatan pada senyawa lainnya, dapat dilihat pada table berikut:
Energi ikatan rata-rata dari beberapa ikatan (kJ/mol)
Ikatan
Energi ikatan rata-rata
(kJ/mol)
Ikatan
Energi ikatan rata-rata
(kJ/mol)
C – H
C – C
C – O
C – F
C – Cl
C – Br
H – Br
H – H
H – O
F – F
Cl – Cl
Br – Br
+413
+348
+358
+485
+431
+276
+366
+436
+463
+155
+242
+193
I – I
C – I
N – O
N – H
N – N
C = C
C = O
O = O
N N
C N
C  C
+151
+240
+201
+391
+163
+614
+799
+495
+491
+891
+839

VI.             Model  dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Pembelajaran Langsung
Metode Pembelajaran : Ceramah,diskusi,Tanya jawab,pemberian tugas































VII.    Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan
Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu
Awal
·      Guru memberikan salam dan berdoa bersama.
(sebagai implementasi nilai religius)

·Guru mengabsen, mengondisikan kelas dan pembiasaan.
 (sebagai implementasi nilai disiplin).

·      Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari beserta tujuannya.

·      Motivasi
Guru menghubungkan beberapa cara untuk menentukan perubahan entalpi yang telah mereka pelajari dengan materi yang akan mereka pelajari pada pertemuan ini, serta menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa.
15 Menit
Inti

·   Guru menjelaskan bahwa selain dari cara percobaan, dengan Hukum Hess, dan data entalpi pembentukan, ternyata ada cara lain lagi untuk menentukan perubahan entalpi, yaitu dengan data energi ikatan.
(melalui power point dan hand out) Siswa diharapkan menyimak materi yang di berikan dan siswa memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan menjadi siswa memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan menjadi pendengar yang baik dalam proses mengajar
·   Guru menjelaskan kepada siswa tentang energi disosiasi ikatan dan energi ikatan rata-rata dan diberikan
contohnya masing-masing.
·   Guru menjelaskan kepada siswa cara untuk menghitung perubahan entalpi (∆H) reaksi dengan menggunakan data energi ikatan dan memberikan contoh.
·   Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.


60 Menit


PENUTUP
·     Guru dan siswa menyimpulkan materi pelajaran
Evaluasi
·      Guru memberikan 2 soal kepada siswa.
·      Guru memberitahukan materi selanjutnya Doa dan salam.

15 menit


















VII.           Sumber dan alat pembelajaran
Alat                                               :    Papan tulis dan alat tulis,LCD
Bahan                                            : Buku Kimia  kelas 2a, Intan Pariwara
                                                      LKS Kimia untuk SMA/MA kelas XI Semester I
IX.Penilaian

PEDOMAN PENILAIAN
Lembar Observasi Sikap Spiritual
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik. Berilah tanda cek ( ) pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = Selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = Sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang
tidak melakukan
         2 = Kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak   
       melakukan
1 = Tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik  : ………………….
Kelas                         : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..

No
Aspek Pengamatan
Skor
Keterangan
1
2
3
4
1
Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu





2
Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan sesuai agama masing-masing





3
Memberi salam sesuai agama masing-masing sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi





4
Mengucapkan keagungan Tuhan apabila melihat kebesaran Tuhan sesuai agama masing-masing





5
Menambah rasa keimanan akan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari ilmu pengetahuan






Jumlah Skor







Penilaian Kognitif

Tabel penilaian hasil tes
No
Nama Siswa
Skor
1


2


Nilai = Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 75










Penilaian Afektif

Tabel pengamatan aktivitas siswa dalam diskusi
No
Nama Siswa
NIS
Indikator Aktivitas Siswa
Skor



1
2
3
4
5

1




2




3














Skalapenilaian:1=sangatkurang2=kurang 3=cukup4=baik 5=sangatbaik


Indikator / aspek penilaian aktivitas siswa dalam diskusi :
1. Keaktifan bertanya
2. Keaktifan dalam mengemukakan pendapat
3. Keaktifan bekerjasama dalam diskusi kelompok
4. Keaktifan bekerjasama dengan kelompok untuk melakukan percobaan
5. Kehadiran siswa dalam kelompok


























                
Penentuan Entalpi Reaksi Berdasarkan Data Energi Ikatan
       Reaksi kimia pada dasarnya terdiri dari dua proses, yang pertama adalah pemutusan ikatan antaratom dari senyawa yang bereaksi dan yang kedua adalah proses penggabungan ikatan kembali dari atom-atom yang terlibat reaksi sehingga membentuk susunan baru.
       Proses pemutusan ikatan merupakan proses yang memerlukan energi (kalor), sedangkan proses penggabungan ikatan adalah proses yang membebaskan energi (kalor).
c.    Energi Disosiasi Ikatan (D)
       Energi disosiasi ikatan adalah energi yang diperlukan  untuk memutuskan 1 mol ikatan dari suatu molekul dalam wujud gas. Biasa dilambangkan dengan huruf D.
       Untuk memutuskan sebuah ikatan C−H dari molekul CH4 menjadi gugus CH3 dan gas atom H diperlukan energi sebesar 425 kJ mol-1, tetapi pada pemutusan ikatan C−H pada gugus CH3 menjadi gugus CH2 dan sebuah gas atom H diperlukan energi yang lebih besar, yaitu 480 kJ mol-1. Jadi, meskipun jenis ikatannya sama apabila pemutusan dari jenis gugus yang berbeda maka diperlukan energi yang berbeda pula.

d.   Energi Ikatan Rata-rata
       Energi ikatan rata-rata adalah energi rata-rata yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan atom-atom pada suatu senyawa.
Reaksi kimia antarmolekul dapat dianggap berlangsung dalam dua tahap, yaitu :
3.      Pemutusan ikatan pada pereaksi,
4.      Pembentukan ikatan pada produk.
∆H = ∑ E pemutusan (reaktan) - ∑ E penggabungan (produk)

                                                                
Data energi ikatan rata-rata dari beberapa ikatan (kJ/mol)
                          
Ikatan
Energi ikatan rata-rata
(kJ/mol)
Ikatan
Energi ikatan rata-rata
(kJ/mol)
C – H
C – C
C – O
C – F
C – Cl
C – Br
H – Br
H – H
H – O
F – F
Cl – Cl
Br – Br
+413
+348
+358
+485
+431
+276
+366
+436
+463
+155
+242
+193
I – I
C – I
N – O
N – H
N – N
C = C
C = O
O = O
N N
C N
C  C
+151
+240
+201
+391
+163
+614
+799
+495
+491
+891
+839



EVALUASI
Nama.... :.................................
Kelas.... :.................................
1.    Diketahui reaksi : C2H4 + HBr → C2H5Br
Jika energi ikatan C = C adalah 609 KJ, C – H adalah 417,06 KJ, H – Br adalah 367,05 KJ, C – Br adalah 285,6 KJ dan C – C adalah 349,44 KJ. Maka tentukan ∆H reaksi tersebut.

2.    Apabila energi ikatan C – H, C = C, Cl – Cl, C – C, dan C – Cl masing-masing adalah 99 kkal, 146 kkal, 58 kkal, 83 kkal, dan 79 kkal. Tentukan besarnya ∆H dari reaksi berikut.
C2H4 + Cl2 → C2H4Cl2
Jawab :
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
..................................................................................................................................................
KUNCI JAWABAN EVALUASI
1.      H              H                                             H    H
     C = C            +       H – Br          H −           C – C − H
H              H                                             H    Br
energi ikatan,  C = C : 609 KJ
                        C – H : 417,06 KJ
                        H – Br : 367,05 KJ
                        C – Br : 285,6 KJ
                        C – C : 349,44 KJ
∆H  = ∑ E ikatan reaktan − ∑ E ikatan produk
       = ( EC = C + 4.EC – H + EH – Br ) – ( 5. EC – H + EC – C + EC – Br)
       = ( 609 KJ + 4. 417,06 KJ + 367,05 KJ) – ( 5. 417,06 KJ + 349,44 KJ + 285,6 KJ)
       = 2644,29 KJ – 2720,34 KJ
∆H  = −76,05 KJ

2.      Etanol (C2H5OH) → asam asetat (CH3COOH)
              H    H                                                   Cl      Cl
             C = C    +     Cl      Cl                  H      C       C       H
             H    H                                                   H       H
Ikatan yang terputus (∑ pemutusan ikatan)           ikatan yang terbentuk (∑ penggabungan produk)

∆H = ∑ E pemutusan reaktan - E penggabungan produk
= (4 EC – H + 1 EC=C + 1 ECl – Cl) – (4 EC-H + 1 EC- C + 2 EC – Cl)
= { 146 + 58) – 83 + (2. 79)} kkal
= - 37 kkal